Jadi Progammer? Siapa Takut!

programmer

Jadi Progammer? Siapa Takut!






Di zaman yang semua sudah serba digital seperti sekarang ini, pastinya kamu harus pintar-pintar dalam memilih jurusan kuliah. Jadi, ketika kamu lulus nanti dari perguruan tinggi bisa langsung mendapat kerja yang sesuai dengan keinginan.

Namun, tidak semua profesi dapat memulai karir secara mulus. Karena, di era teknologi seperti sekarang ini, kebutuhan permintaan (demand) akan profesi sebagai programmer sedang banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan besar mauapun startup.

Hal ini dikarenakan semakin menjamurnya perusahaan berbasis teknologi startup atau e-commerce di Indonesia. Dilansir juga dari TechinAsia, pada tahun 2022 pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dapat merangkul hingga 26 juta pekerja atau 20 persen angkatan kerja akan didominasi oleh posisi programmer.

Buat kamu yang memiliki passion dan kesenangan dan ingin berkaris sebagai programmer, kamu bisa mulai dengan belajar dasar pemrograman secara otodidak dari internet atau buku yang bisa kamu beli di toko buku terdekat.

Jika kamu merasa belajar secara otodidak masih belum cukup, kamu bisa mengikuti kelas programming atau yang sering disebut dengan coding bootcamp. Salah satunya kamu bisa mengikuti Full-Stack Engineer Program yang diselenggarakan oleh Alterra Academy.

Tugas Programmer


Untuk menjadi seorang programmer yang ahli tidak semudah yang kamu pikirkan loh. Karena profesi ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar akan program yang dikembangkan. Sebelu, kamu melangkah lebih jauh, kamu perlu mengetahui dahulu tugas dari seseorang yang bekerja sebagai programmer. Salah satu tugas dari programmer adalah sebagai Full Stack Developer yang pada umumnya akan merangkap sebagai backend dan frontend developer.

Tips Menjadi Programmer


Jika keputusan kamu untuk menjadi programmer sudah bulat, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan agar siap menjadi seorang programmer yang sangat ahli di bidangnya. Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah kamu harus senang membaca, membaca disini di artikan sebagai membaca dokumentasi yang panjang. Kenapa? Karena seorang programmer akan sangat sering bergelut dengan dokumentasi yang sangat panjang.

Kedua, kamu perlu mengusai bahasa Inggris secara pasif. Hal ini dikarenakan karena dokumentasi yang akan ditemukan programmer lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.

Ketiga, kamu juga harus memiliki kemampuan problem solving. Kenapa begitu? Karena sorang programmer harus bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada website atau aplikasi yang sedang dikembangkan. Pada intinya jika kamu ingin menjadi seorang programmer harus terus belajar dan berkutat pada proses trial dan error.

Keuntungan Menjadi Programmer


Setelah membaca tugas-tugas programmer tadi, apakah kamu masih ingin menjadi seorang programmer? Jika iya, empat alasan berikut ini bisa membuat kamu lebih termotivasi untuk menjadi seorang programmer.

Peluang Kerja Lebih Banyak


Tidak dipungkiri banyak anak lulusan SMA/SMK yang memilih jurusan kuliah Teknik Informatika, Teknik Komputer atau Sistem Informasi. Karena kebutuhan akan programmer sangat banyak di lapangan pekerjaan otomatis akan membuat peluang kerja menjadi programmer sangat lebih terbuka.

Maka dari itu, jika kamu adalah seorang lulusan dari beberapa jurusan yang sudah disebutkan di atas tidak perlu khawatir tidak mendapatkan pekerjaa. Selama skill kamu bisa diandalkan dan banyak dicari oleh perusahaan maka kamu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sangat dicari oleh perusahaan besar.

Masa Depan Lebih Menjanjikan


Memilih bekerja sebagai programmer tentu juga akan berpengaruh pada masa depanmu mengingat programming skill akan terus mengikuti kebutuhan teknologi dan industri. Apabila kamu terus mengasah skill dan meningkatkan skill pemrograman kamu, maka kompetensi dan portofolio kamu juga akan semakin berkembang dan berimplikasi taktis dalam membuka peluang besar akan kesempatan yang lebih progresif.

Penghasilan Tinggi


Seiring banyaknya perusahaan startup dan e-commerce di Indonesia. Kebutuhan akan tenaga programmer juga semakin meningkat dalam meningkatkan kapasitas bisnis tersebut. Oleh karena itu, perusahaan startup rela mempekerjakan para programmer dengan harga yang tinggi, termasuk programmer yang level junior.

Gaji rata-rata programmer berkisar 10-20 juta jika skill nya sudah sangat di atas rata-rata. Itulah salah satu alasan yang membuat sebagian banyak orang tertarik untuk berprofesi sebagai programmer.

Membuat Startup Sendiri


Sudah kuliah lama-lama, dan sudah punya skill di atas rata-rata pastinya bosan jika harus bekerja di perusahaan startup dan di bawah tekanan. Lalu kenapa tidak mendirikan startup sendiri? Itulah dilema yang banyak ditemukan dalam pemikiran seorang programmer yang merasa tertantang dan tertarik untuk membangun suatu perusahannya sendiri dari nol.

Banyak dari mereka yang belum memiliki keberanian dalam membangun startup sendiri, maka mereka memilih untuk berkolaborasi dengan beberapa teman dekatnya yang mengerti dari segi bisnis untuk saling mengisi satu sama lain dalam membangun sebuah perusahaan.

Banyak programmer dunia yang akhirnya menjadi pengusaha sukses dan terkenal, misalnya Elon Musk, Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dan Bill Gates. Jika mereka bisa, kenapa kamu tidak? Yuk bergabung di coding bootcamp Full-Stack Engineer di Alterra Academy secara gratis jika kamu bisa menjadi 15 peserta tes terbaik.